• Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik
  • Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik
  • Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik
  • Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik
  • Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik
  • Lampung Barat - Beguay Jejama Sai Betik


• Kamis, 09 September 2010 •°•°•°•°•°• • HomeGalleryBuku TamuKontakSearch »      

blue_marlin.jpg


Produk Hukum
Lampung Barat

beguayMajalah Beguay Jejama

Repong Damar


Home

Tahun Kunjungan Wisatawan dan Pesta Rakyat Lampung Barat
Tahun ini Lampung Barat akan melaksanakan kembali Festival Teluk Stabas (FTS)  ke-11 kalinya, itu artinya event yang menjadi Ikon Pariwisata Kabupaten Lampung Barat itu sudah dilaksanakan sejak 11 tahun lalu. Sebagai ajang kreasi dan promosi sudah selayaknya jika Lampung Barat yang resmi memisahkan diri dari Lampung Utara Tahun 1991 silam,  menikmati hasil dari benih yang ditanam. Bertepatan dengan momentum pesta rakyat itu, tahun ini Pemerintah  Indonsia juga mencanangkan Visit Indonesia Year (VIY),  bahkan 7 juta wisatawan ditargetkan datang ke Republik ini. Sebuah peluang untuk menjadi salah satu tuan rumah bagi wisatawan itu semakin terbuka dengan masuknya FTS sebagai salah satu dari empat event  kalender tahun kunjungan wisatawan di Provinsi Lampung. Untuk sebuah program dan kegiatan yang didanai oleh APBD murni diusianya ke-11 seharusnya FTS sudah sewajarnya jika FTS tidak lagi bicara promosi, tetapi sudah pada mempertahankan dan meningkatkan angka kunjungan wisatawan manca negara ke Lampung Barat. 
Persoalannya bagaimana mengemas FTS itu sehingga sedikit-demi sedikit meninggalkan nuansa promosi tersebut dan bagimana memberikan kesan, sehingga wisatawan yang datang ke Lampung Barat kembali lagi dengan mengajak teman dan keluarganya.   
Dengan tidak bermaksud mendiskriditkan pelaksanan FTS yang sudah-sudah, maka kedepan Pemerintah dan semua stakeholder harus terlibat secara langsung sesuai bidang masing-masing, yang diawali dengan refleksi dan evaluasi atas pelaksanaan sebelumnya dengan harapan bisa menambah khasanah, semarak dan sempurnanya FTS. 
FTS yang wah, semarak, dan meriah pada acara pembukaan atau serimonial saja harus mulai berdandan sedemikian rupa, ibarat seorang gadis desa, tidak hanya pada bagian wajah atau rupa yang perlu dirias tetapi bagian tubuh lain juga perlu diperhatikan sehingga kecantikannya akan semakin nampak elok.  Meskipun serimonial juga diperlukan dalam FTS sebagai tonggak awal terlaksananya hajat masyarakat Lampung Barat tersebut, tetapi idealnya grafik kegiatan yang memiliki nilai-nilai sosial, tradisi dan budaya tidak turun signifikan.
Introfeksi apakah konsep pariwisata yakni some thing to see (apa yang dilihat), some thing to do (apa yang diperbuat) dan some thing to buy (apa yang dibeli), yang merupakan satu kesatuan system sudah terpenuhi tidak isa ditawar-tawar lagi, apalagi Lampung Barat notabanenya memiliki objek wisata yang sesuai dengan selera para wisatawan bule tersebut.
Word Economic Forum (WEF) mencatat daya saing Pariwisata Negara kita dalam The Trevel and Turism Index (TTCI) 2007 berada diperingkat ke-60 dari 125 Negara yang di Survei. (Media Indonesia 8-10). Dalam surveinya TTCI melihat banyak faktor untuk meningkatkan daya saing disektor trevel and turism yakni peraturan dan kebijakan lingkungan, keselamatan, keamanan, kebersihan, kesehatan,  infrastruktur udara dan insfrastrutur darat serta faktor-faktor lainnya. Pertanyaannya, apakah faktor-faktor penilaian WEF tersebut sudah didukung oleh kebijakan Pemerintah Lampung Barat yang mencanangkan sektor Pariwisata sebagai salah satu potensi unggulannya ?.
Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, dalam tulisannya Strategi Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Menjelang AFTA 2003, menyatakan  ada beberapa kendala dalam sektor Pariwisata di Negara kita  yakni, bagaimana menggugah kehati-hatian daerah dalam memadukan antara kemampuan daerah dan kebutuhan wisatawan. Dengan kata lain, kepentingan wisatawan tidak boleh terabai¬kan namun tuntutan dan minat pariwisata mereka pun tidak boleh merusak daya tarik utama daerah, baik berupa ekologi, obyek obyek wisata (termasuk peninggalan sejarah), adat istiadat serta kese¬nian setempat yang khas.
     Dengan kata lain, unsur unsur kebudayaan lokal, terutama kesenian lokal sebagai daya tarik wisata, tak seharusnya diperjualbelikan secara "murah" untuk sekedar memenuhi selera sesaat dari para wisatawan. Seni budaya lokal yang khas bahkan perlu dimatangkan melalui proses improvisasi dan pengayaan (enrichment), agar tetap akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan, yang pasti juga akan makin menuntut kualitas akibat tajamnya persaingan internasional.
Saat ini masih banyak ditemukan adanya tingkat pengetahuan, pemahaman dan kesiapan masyarakat yang masih rendah  dalam menerima kegiatan pariwisata dan pengembangannya. Masyarakat masih banyak yang belum memahami bahwa dengan menerima kunjungan wisatawan di daerahnya, Pemda dan masyarakat setem¬pat pun bertanggungjawab untuk memberikan kemudahan dan rasa aman bagi wisata¬wan dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman baik dari perjalanan wisata yang dinikmatinya.
    Artinya, jika wisatawan telah setuju untuk membayar mahal untuk dapat menikmati obyek wisata tertentu, maka Pemda  dan masyarakat setempat perlu memberikan "respons" yang mendukung rasa aman maupun ketenangan yang diperlu¬kan wisatawan untuk dapat menikmati obyek obyek wisata yang tersedia.
Tidak ada salahnya jika Pemerintah Lampung Barat belajar dari Negara Malaysia, dengan slogan ”Malaysia Truly Asia” yang sudah mendatangkan 7,3 juta wisatwan ke Negara Jiran tersebut selama 7 tahun (Kompas 9/4).  Meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan tapi sekaranglah saatnya agar FTS tidak lagi hanya sekedar slogan saja tetapi sebuah sebagai cerminan wajah perpariwisataan Lampung Barat dalam menyongsong persaingan global.

Hendri Rosadi
 
< Prev   Next >



Lambar_Menarik

 Radio FM Swarapraja
Radio Swara Praja

 Lampung Barat di Wikipedia
Lampung Barat di Wikipedia

 Paksi Buay Pernong Paksi Pak Skala Brak
Buay Pernong


Aktivitas Membangun Lampung Barat
Aktivitas Membangun Lampung Barat
Saat ini 16 pengunjung online


Lampung Barat © 2009 Tentang Situs | Link | RSS