
Home Arsip Artikel Kopi Luwak Lampung
|
Hal. 1 , dari 2 Kopi luwak adalah kenikmatan cita rasa kopi Indonesia yang telah menjadi legenda bagi pecinta kopi lokal maupun internasional. Luwak pensortir kopi adalah musang bulan yang hidup di hutan tropis, salah satunya di taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Propinsi Lampung merupakan ujung selatan dari TNBBS, dimana kelestarian hutan dengan flora dan faunanya harus tetap terjaga.
Kopi olahan masyarakat, khususnya di Propinsi Lampung masih memiliki
standar mutu yang rendah (kualitas asalan). Hal ini terjadi karena
panen kopi masyarakat umumnya tidak memilih antara biji yang masak dan
masih hijau.
Proses pengolahan juga masih memiliki mutu yang rendah. Penjemuran
masih dilakukan tanpa alas, sehingga dapat menyebabkan terkontamininasi
dengan kotoran. Karena itu, biji kopi yang dihasilkan juga memiliki
mutu asalan. Namun diantara permasalahan tersebut, perkebunan kopi di
Propinsi Lampung memiliki simpanan yang sangat berharga dan berpotensi
sangat besar, yaitu Kopi Luwak.
Kopi luwak adalah kopi yang dihasilkan dari pensortiran secara alami
dengan oleh musang bulan. Musang Bulan memakan buah kopi arabika di
kebun kopi petani setempat dan menghasilkan biji kopi pilihan untuk
cita rasa kopi tertinggi. Buah kopi arabika yang disortir dengan
insting Luwak menghasilkan biji kopi dengan standar mutu dan hasil cita
rasa kopi terbaik. Pengolahan secara tradisional membuat kopi olahan
menjadi lebih terasa kental dengan cita rasa Indonesia yang kaya dengan
budaya nenek moyang yang luhur dan terus terjaga.
Kopi Luwak sebagai warisan budaya nenek moyang yang telah terkenal
sampai dunia menjadi salah satu komoditas dan identitas perkebunan di
Indonesia, dan khususnya Propinsi Lampung. Sebagai pewaris budaya
bangsa, kami dengan bangga menghadirkan kopi luwak Lampung. Keaslian
dan kepuasan menikmati kopi luwak.
Penangkaran musang bulan juga merupakan langkah konservasi fauna
Indonesia yang habitatnya semakin sempit oleh pembukaan lahan baru oleh
penduduk untuk dijadikan lahan perkebunan. Mutiara yang tersimpan di
hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, yaitu kopi luwak memberikan
harapan untuk peningkatan kesadaran masyarakat dalam pelestarian
lingkungan dan budaya Indonesia.
Daerah perkebunan kopi di Propinsi Lampung dimulai dari Tanggamus,
Sumberjaya, Way Tenong, Ranau, Krui atau Pesisir Barat. Kopi luwak
alami didapatkan dari buah kopi yang dimakan oleh luwak dan dikeluarkan
dalam kotorannya dalam bentuk biji utuh. Luwak hanya memakan buah kopi
dengan kualitas baik dan langsung di pohon kopi, oleh karena itu kopi
luwak hanya akan ada bila buah kopi di kebun mulai memerah dan akan
panen. Kopi luwak alami sulit didapatkan karena kotoran (feces) Luwak
yang berupa biji kopi kadang tersembunyi diantara bebatuan dan dahan
kayu, sehingga sulit ditemukan oleh petani. Hal ini menyebabkan biji
kopi luwak menjadi tercemar dan telah membusuk.
|
|